Taman Sari Yogyakarta: Bukan Hanya Reruntuhan Tua, tetapi Jantung Sejarah dengan Kampung Wisata yang Hidup!

Pemandangan Kolam Taman Sari (jogjaprov.go.id)


Taman Sari atau Taman Sari Water Castle ini memang menjadi kampung wisata legendari yang terkenal di Yogyakarta. Walaupu terkenal dengan kolam pemandiannya, Taman Sari ini saat ini menjadi bekas taman rekreasi dan istana air megah miliki Keraton Yogyakart. Awalnya istana ini dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuono I sebagai area rekreasi, meditasi, peristirahatan bagi sultan dan keluarganya. 


Arsitektur Tamansari ini terbilang unik karena memadukan gaya Jawa dengan pengaruh Eropa tepatnya Portugis. Dahulu, kompleks Tamansari ini sangat luas mencakup kebun buah, danau buatan dan bangunan lannya, tetapi saat  ini sebagain area tersebut menjadi perkampugan padat penduduk.



Setidaknya, terdapat beberapa spoot yang menjadi daya tarik dari Taman Sari ini. Spot tersebut meliputi Kolam Pemandian (Umbul Pasiraman), Masjid Bawah Tanah (Sumur Gumiling), Pulau Kenanga (Gedung Kenongo), dan Pulau Panembung &Pulang Tenung. 


Kolam Pemandian ini yang menjadi area paling terkenal. Dahulu, kolam ini digunakan oleh para selir raja dan kolam pribadi untuk Sultan dan Permaisuri. Sumur gumiling ialah sebuah masjid dengan desain arsiktektur melingkar dengan tanggah di tengahya. Terdapat lima tangga yang memiliki makna Rukum Islam. 


Pulau Kenangan menjado bangunan tertinggi di Kompleks Taman Sari. Dahulu, bangun ini seperti pulau di tengah danau buatan yang berfungsi sebagai tempat bersantai keluarga kerjaan. Terdapat pulau plau buatan lainnya seperti Panembang & Tanung yang diyakini ebagai tempat Sultan untuk melakukan meditasi mencari ketenangan dan petunjuk.


Sayangnya, sejak pandemi kemarin akses masuk ke bangunan utama Sumur Gumilng ditutuo untuk umum. Walaupun masih bisa melihatnya dari luar, tetapi tidak bisa masuk dan berfoto di tangga ikoniknya. 


Disisilain di antara reruntuhan istana, kini tumbuh perkampungan yang dihuni masyrakat. Area ini dikenal sebagai Kampug Wisata Tamansari. Disini beberagai galeri seni, studio batik, kafe, dan toko souvenir terbuka untuk pengunjung. Ini dapat menjadi daya tarik sendiri kunjungan ke Tamansari untuk membeli beberapa oleh oleh.


Untuk menuju lokasi ini, pengunjung cukup datang ke daerah  Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta (di dalam area Benteng Keraton). Buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 15.00 WIB. Harga tiket masuknya pun bervariasi mulai dari Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak anak (2 - 12 tahun). Namun, untuk tiket masuk internasional dikenai Rp25.000 untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak anak (2 - 12 tahun)


Agar lebih memahami wisata sejarah ini, disarankan utuk menggunakan jasa pemandu (Tour Guide). Beberapa pengunjung mengeluh bahwa tanpa pemandu, Tamansari hanya akan terasa seperti reruntuhan tua. Dengan adanya pemandu, wisatawan akan diajak melewati situs Taman Sari sambil mendengarkan cerita, filosofi, dan fungsi dari setiap bangunan. 


Selain itu, karena tempatnya terbuka maka disarankan untuk datang lebih pagi. Datanglah sektar jam 9 pagi untuk menghindari panas dan keramaian. Pastikan juga gunakan pakaian yang nyaman. 


Posting Baru Posting Lama
No Comment
Add Comment
comment url